15 Februari 2012

DIGEUS REGISTRY CLEANER FOR WINDOWS

There are many softwares that can help us fix registry on our computer if any errors happens. This time, i would like to share one of them, it's Digeus Registry Cleaner ( New Version ). What are the features of this software? Here are the features that you can found at Digeus Registry Cleaner :

*Remove unused and invalid entries.
*Speed up boot up time.
*Fixes Windows errors which results in speeding up your computer.
*Eliminate Blue Screen On Death ( BSOD ).
*Invaluable when your system starts crashings, hangs, freezes and works slow.
*This is one of "must have" softwares for your computer on internet.

In general, when you try to uninstall any application or software from your system, it will leaves unused entries in your computer as junks. When the junks accumulated, that can be a problem in the future if not promptly cleaned then your computer will running slow and even slower. With Digeus Registry Cleaner, you only need a few mouse clicks. This software will help your computer running faster and safely. Its minimal system requirements, Microsoft Windows 95/98/ME/NT/XP/2000/2003/Vista x32, Vista x64, Windows 7 installed and configured on your computer. And here are screenshots that may explains how it works :

22 November 2011

TES BOOTABLE CD DENGAN VIRTUAL BOX

Untuk mencoba sebuah "bootable CD" tanpa perlu melakukan boot sebenarnya, maka bisa kita lakukan dengan aplikasi yang punya nama Virtual Box. Dengan Virtual Box, kita bisa melakukan tes bootable CD/DVD, seperti installer Windows, Live Android atau Rescue Disc (Antivirus lewat "booting"). Aplikasi tersebut bisa anda download di www.virtualbox.org. Saya sendiri sudah mencoba menjalankan "android" di laptop berbasis Windows 7 Pro dan melakukan test Rescue Disc Bootable untuk melihat hasil burning file "ISO" dari AVG, Dr.Web serta Kaspersky. Dengan Virtual Box tadi, kita bisa melakukan test dan menjalankan apa yang ada pada CD Bootable yang kita miliki. Jika anda belum pernah mencoba, saya ingin memberikan sedikit panduan dalam membuat "virtual drive" lewat Virtual Box. Sebagai langkah awal, saya asumsikan anda sudah download dan install Virtual Box pada komputer anda. Berikut adalah tampilan Virtual Box :



MEMBERSIHKAN VIRUS KOMPUTER DENGAN BOOTABLE CD

Ketika sebuah komputer sudah terjangkit virus, sedangkan antivirus di komputer tidak mampu mengatasi karena tidak pernah di-update atau bahkan tidak ada antivirus sama sekali di komputer tersebut, maka salah satu pilihan untuk membersihkan virus dari komputer adalah menggunakan Antivirus Bootable atau biasa dinamakan "Rescue Disk". Tentu saja ini bisa menjadi pilihan jika anda tidak ingin kehilangan file-file di komputer anda. Masalahnya mungkin, jika yang terjangkit adalah file sistem seperti "win32" sedangkan aksi yang bisa dilakukan hanya "delete" atau "quarantine", kemungkinan besar OS tidak akan bisa dijalankan. Jadi pastikan anda memiliki back-up sistem OS atau punya CD installer OS. Perlu diketahui, estimasi waktu "cleaning" lewat antivirus bootable akan memakan waktu yang lumayan lama. Lamanya tergantung banyaknya file di komputer anda dan seberapa parah virus telah meng-infeksi komputer anda. Saya pernah membaca sebuah komentar seorang pengguna "Kaspersky Disc Rescue" yang dijalankan lewat DVD-ROM ( berupa keping CD ), memakan waktu 5 jam. Tetapi ada teori yang menyebutkan bahwa jika boot lewat Flashdisk akan membuat kerja lebih cepat. Tetapi sekali lagi, estimasi waktu tetap tergantung tingkat keparahan infeksi virus tadi dan banyaknya file pada komputer yang bersangkutan. Rata-rata setiap pengembang antivirus telah membuat "rescue disk". Kalau anda ingin download macam-macam bootable antivirus tadi, silahkan kunjungi www.techmixer.com. Pilihannya ada Avira, AVG, Trinity, BitDefender, Dr.Web dan lain-lain. Anda bisa men-download-nya secara "gratis". File yang di-download berupa file "ISO" yang nanti perlu di-burning pada CD atau dipasang pada Flashdisk. Khusus untuk flashdisk, ada aplikasi khusus agar file "ISO"nya menjadi "bootable". Di situs www.techmixer.com sudah dijelaskan cara membuatnya, baik burning maupun memasang di flashdisk. Saya sendiri telah mendownload 3 macam file ISO-nya yang masing-masing saya "burning" pada keping CD menggunakan Nero. Dan saya telah mencobanya lewat Virtual Box dan berjalan dengan lancar. Tetapi saya belum pernah mencoba secara langsung pada komputer yang ter-infeksi virus. Jadi saya hanya bisa sharing seputar prosesnya saja. Paling tidak, anda mungkin perlu mempersiapkan Antivirus Bootable untuk antisipasi. Atau untuk membantu teman anda yang komputernya terserang virus dan tidak ada antivirus pada komputer tadi. Berikut ini adalah contoh proses "booting" masing-masing Antivirus yang sedang berjalan lewat "Virtual Mesin" :

AVG Rescue Disk



Dr.Web Antivirus Rescue Disk



Pertama kali menu ditampilkan, biasanya akan ditampilkan anjuran untuk update database antivirus terlebih dahulu. Nah, jika memungkinkan, sebaiknya anda sambungkan dulu komputer anda ke internet. Tetapi saya tidak yakin, apakah komputer akan tetap tersambung ke internet ketika komputer sedang "booting" atau saat kita mencoba membuka menu bios untuk merubah setingan agar opsi "boot" pertama kali kita set pada "cd atau dvd-rom". Jadi sekali lagi saya tekankan, cara semacam ini adalah solusi alternatif. Bisa juga anda update terlebih dahulu jika "antivirus bootable" tadi anda pasang di flashdisk. Tentu saja cara paling mudah adalah menggunakan bantuan "virtual box". Atau bisa update secara "manual" jika anda telah memiliki file update dari antivirus yang bersangkutan. Jika cara ini bisa membantu meringankan kinerja komputer anda, jangan lupa untuk memasang antivirus yang anda percaya akan kehandalannnya dan langsung lakukan update kemudian lakukan "fullscan" untuk memastikan komputer anda benar-benar bersih dari sisa virus yang ada. Demikian sharing kali ini, semoga berguna. Salam!

19 November 2011

BACK UP INSTALLER APLIKASI ANDROID

Jika anda pernah menginstal aplikasi android lewat "android market" pastinya aplikasi tersebut diinstal secara online. Jadi bisa dikatakan anda tidak memiliki installer aplikasi pada android anda. Sehingga ketika anda menghapus aplikasi tersebut, maka anda perlu men-download lagi dari Android Market. Pernahkah terbersit di pikiran anda, bagaimana cara menyimpan installer android agar nanti bisa meng-install aplikasi tanpa perlu online dan mencari di "market" lagi?. Pada artikel ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang aplikasi yang bisa menyimpan aplikasi yang terinstall pada perangkat android anda menjadi "installer" lagi. Sehingga anda tidak perlu takut kehilangan aplikasi milik anda atau bisa menginstall lagi jika nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau ketika anda terpaksa harus me-reset perangkat android anda. Nama aplikasinya adalah "App Saver". Dengan aplikasi ringan ini, anda bisa menyimpan back-up aplikasi anda menjadi "apk", menginstall aplikasi dengan mudah dan menghapus aplikasi secara cepat. Berikut tampilan aplikasi tersebut :
Pada tampilan diatas, anda bisa lihat 3 tab, masing-masing adalah "appSaver", "appInstaller" dan "Unistaller". Secara default, ketika anda membuka aplikasi ini, akan terbuka pada tab "appSaver" yang berfungsi untuk menyimpan aplikasi yang ter-install pada perangkat android anda menjadi "installer" lagi. Proses penyimpanannya cukup cepat dan setiap aplikasi yang di"save" akan tersimpan di folder "appSaver". Letak folder "appsaver" mungkin tergantung pada perangkat android anda. Pada perangkat saya yang berupa tablet, folder "appSaver" ada di memori eksternal (Microsd) karena tablet android yang saya gunakan memang mengandalkan MicroSD sebagai fasilitas penyimpanan dan setingan aplikasi. Setiap aplikasi yang tersimpan tentunya berupa file "apk" yang berarti installer aplikasi yang di-save. Pada tab "appInstaller" akan ditunjukkan antara aplikasi yang terinstall dan yang belum. Namun ketika anda klik (tap/sentuh) tab "appInstaller", otomatis aplikasi akan melakukan scanning semua file berekstensi "apk". Aplikasi yang belum anda install, biasanya ditunjukkan dengan icon "robot android". Sedangkan yang sudah terinstall, akan ditunjukkan icon aplikasi yang bersangkutan. Anda juga bisa langsung melakukan "instalasi" lewat jendela "appInstaller" tersebut. Pada menu terakhir yaitu "Uninstaller", anda bisa melakukan "uninstall" atau menghapus aplikasi dengan sangat cepat atau lebih cepat daripada menghapus lewat task manager. Tetapi secara keseluruhan, menu yang paling diandalkan dari aplikasi ini adalah "appSaver" yang benar-benar bisa mengembalikan (menyimpan) aplikasi yang terinstall pada perangkat android anda kembali menjadi "Installer". Demikian sharing kali, kalau anda ingin men-download-nya, silahkan klik pada link "App Saver" selamat mencoba!
 

© 2009 TIPS BLOG DAN SOFTWARE KOMPUTER. Powered by Blogger
Design by eJoee BlogsTricks